Guus Hiddink berharap John Terry
Guus Hiddink berharap John Terry bisa terus tampil apik di level teratas hingga akhir musim.
Bicara jelang laga Premier League kontra Watford di Vicarage Road, manajer Chelsea ini menjawab pertanyaan sehubungan dengan kontrak sang kapten.
“Pertama-tama, aku menghormati dan sangat suka dengan cara main dan komitmennya pada tim, dan aku bisa menjamin bahwa ia akan selalu berkomitmen karena aku sudah bicara dengannya selama beberapa hari terakhir mengenai banyak hal di sepakbola.
“John sudah mengatakannya, dan setelah kontraknya habis di akhir musim ini, ia akan menentukan pilihannya. Di sisi lain, aku tak ingin terlalu memberikan perhatian yang berlebihan tentang ini karena ini adalah urusan klub. Mereka juga masih terbuka untuk berdialog.”
“Saat ini belum ada keputusan yang pasti, masih terlalu dini dan kami harus melihat apa yang akan terjadi dengan transisi manajemen.”
“Pintu tetap terbuka, dialog selalu bisa dilakukan. Dari statistik dan pandanganku akan dirinya, John masih sangat fit, jarang kita temui pada pemain yang telah berusia 35 atau 36 tahun di mana biasanya mereka akan lebih lamban dan tak bisa menerima jika mereka bermain di zona berbahaya dengan kartu merah, tapi tidak dengan John.”
“Ia masih fit dan tampil bagus, seperti yang selalu ia tunjukkan sejak aku berada di sini. Ia akan selalu tampil apik tak peduli bagaimana situasi yang terjadi antara dia dan klub. Ia bukan hanya seorang profesional tapi adalah pemain yang bermain dengan hatinya.”
Laga pertama Hiddink saat menangani the Blues adalah menghadapi lawan yang sama yang akan kita hadapi dini hari nanti, yang berakhir dengan skor 2-2 di Boxing Day. Ia sudah mengantisipasi ujian sulit di Vicarage Road.
“Mereka tim yang sangat berbahaya dan bisa mencetak gol kapan pun,” kata orang Belanda ini. “Striker-striker mereka sangat berbahaya dan punya tim yang terorganisir dengan sangat baik.”
“Quique Sanchez Flores pernah menjadi pemainku dan aku tahu bagaimana caranya membangun tim dan membuat mereka menjadi sangat solid dan sulit dikalahkan. Aku mempersiapkan satu laga demi satu laga, jika kami bisa tampil seperti di beberapa laga sebelumnya, kami akan baik-baik saja.”
“Pengalaman pertamaku di Inggris adalah laga FA Cup melawan Watford pada 2009. Laga itu mudah dan kami menguasai bola sebesar 60 persen, kini sulit untuk berpikir seperti itu. Liga ini sudah sangat berkembang dan perbedaan antara klub top dengan klub bawah masih ada tapi sudah berkurang.”
Setelah Manchester City mengumumkan bahwa Pep Guardiola akan memanajeri klub itu mulai musim depan, Hiddink dimintai pendapatnya tentang akan datangnya manajer asal Spanyol itu.
“Ini bukan berita besar, orang-orang sudah menduganya ketika ia berkata akan meninggalkan Bayern dan ingin pergi ke Premier League,” kata Hiddink. “Liga ini atraktif bagi manajer muda, ia akan menghadapi liga yang berbeda dengan yang pernah ia jumpai. Ia akan terbiasa dengan liga ini karena tak ada tim favorit, seperti di Spanyol, di mana ada Barcelona dan Madrid, lalu di Jerman, hanya ada satu kandidat juara kuat sejak September, yaitu Bayern. Berbeda dengan di Inggris. Aku menyukai pendekatannya terhadap sepakbola. Ia seorang manajer yang seimbang dan aku menghormatinya.”
“Akan menjadi pengalaman baru, dengan lawan kuat yang harus dihadapi dalam tiga atau empat hari kemudian. Ia sangat berpengalaman dan punya orang-orang Spanyol yang sudah ada di Man City. Aku suka sikap dan pendekatan sepakbola Inggris, kecintaan mereka terhadap sepakbola sangat besar dan inilah menarik para manajer untuk bekerja di sini, dengan dinamikanya.”

0 komentar:
Posting Komentar