Terry dari masa ke masa
Setelah melakukan debutnya untuk Chelsea saat masih berusia 17 tahun pada 1998, 17 tahun berikutnya, John Terry masih bersama dengan the Blues dan telah memiliki karir cemerlang dengan sudah memenangi semua trofi baik di Inggris maupun Eropa.
Untuk merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada 7 Desember, mari kita lihat bagaimana evolusi pemain bernomor punggung 26 ini dari lulusan Akademi Chelsea hingga menjadi Kapten, Pemimpin dan Legenda klub.
MUNCUL DARI DERETAN PEMAIN BINTANG
Terry bergabung dengan Chelsea saat berusia 14 tahun, lalu pada Maret 1998 menjadi pemain profesional bersama the Blues dan melakukan debutnya pada 28 Oktober 1998 ketika masuk sebagai pemain pengganti di laga League Cup melawan Aston Villa. Manajer Gianluca Vialli memainkannya sebagai starter untuk kali pertama di laga FA Cup kontra Oldham pada Januari 1999. Ia mencetak gol pertamanya untuk Chelsea saat mengalahkan Gillingham dengan skor 5-0 di kompetisi yang sama musim berikutnya.
BELAJAR DARI PEMAIN-PEMAIN HEBAT
Terry sempat dipinjamkan sebentar ke Nottingham Forest pada musim 1999/2000 namun ketika Claudio Ranieri menjadi manajer, ia diberi kesempatan lebih banyak untuk tampil, di jantung pertahanan. Terus mengasah kemampuannya bersama Marcel Desailly, ia tampil mengesankan di musim 2000/01 dan terpilih sebagai Player of the Year versi Chelsea untuk kali pertama saat masih berusia 20 tahun.
KEPEMIMPINAN
Ia pertama kali mengapteni the Blues di Premier League ketika menghadapi Charlton pada Desember 2001 dan beberapa kali menjadi wakil kapten Desailly sebelum sepenuhnya menjadi kapten ketika pemain asal Perancis itu pergi meninggalkan klub pada musim 2003/04. Ia sudah mengapteni Chelsea di sebanyak lebih dari 550 pertandingan, jauh dari rekor sebelumnya yang dipegang Ron Harris (324).
KESUKSESAN
Tak dimainkan di final FA Cup 2000, Terry merasakan trofi pertamanya di Chelsea pada musim 2004/05 ketika menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir sekaligus League Cup setelah di final mengalahkan Liverpool 3-2. Ia juga menambah penghargaan individu dengan meraih PFA Player of the Year.
PENGORBANAN
Beberapa karakter terhebat Terry adalah keberanian, kegigihan, dan tak pernah menyerah. Tak ada bukti yang lebih nyata dari final League Cup 2007 saat ia berusaha mencetak gol ke gawang Arsenal dengan sundulan sambil menjatuhkan diri, tapi malah wajahnya terkena tendangan Abou Diaby. Ia kemudian tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit namun setelah hasil scan menunjukkan tak adanya cedera, ia kembali ke Millenium Stadium dan bergabung dengan rekan-rekannya untuk melakukan selebrasi seusai laga.
PENCARI KEMENANGAN
Ia dikenal memiliki kemampuan bertahan yang hebat, namun Terry juga seorang pencetak gol handal. Ia telah mencetak 65 gol untuk Chelsea, 39 di antaranya di Premire League, yang menjadi rekor untuk seorang bek. Beberapa golnya bahkan lahir di laga-laga penting seperti sundulan kemenangan dramatis saat menghadapi Barcelona pada 2005, gol kemenangan di Premier League ke gawang Manchester United pada 2009/10 dan gol pembuka ke gawang Tottenham Hotspur di ajang Capital One Cup musim lalu yang berakhir dengan kemenangan.
TAK LAPUK DIMAKAN USIA
Meski dikatakan sudah melewati usia emasnya, Terry membalikkan semua prediksi itu dengan musim 2014/15 yang berakhir manis. Ia menjadi Man of the Match di final Capital One Cup ketika melawan Spurs, bermain di setiap menit di Premier League yang berakhir dengan trofi keempatnya dan terpilih sebagai PFA Premier League Team of the Year.

0 komentar:
Posting Komentar